Di Amerika, seruan untuk giat mengejar “passion”(minat) mereka sangat tinggi meskipun mereka juga harus mempertimbangkan tentang karir di masa depan. Seorang investor miliarder, Ray Dalio memberi nasehat dalam bukunya Principles, “make your passion and your work the same thing.” Melakukan hal tersebut adalah jalan menuju kesuksesan. Baru-baru ini sebuah studi menemukan bahwa anak muda lebih mengutamakan mencapai “passion” di atas menghasilkan uang atau menikah. Menemukan pekerjaan yang memuaskan dianggap hampir tiga kali lebih penting daripada memiliki keluarga oleh anak-anak muda.

Tapi kenyataannya tidak semulus yang dibayangkan. Tidak semua pekerjaan memberi kemungkinan mengejar passion, dan kebanyakan orang sangat memperhatikan banyak hal yang berbeda termasuk bagaimana mereka ingin mencari nafkah. Semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa mengejar hasrat pribadi Anda memang meningkatkan kesejahteraan Anda, tetapi di mana Anda melakukannya, itu jauh lebih tidak penting. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa melakukan sesuatu yang Anda sukai di luar pekerjaan utama bisa menguntungkan karir dan kehidupan pribadi Anda.

Mengapa kita harus mengejar passion di luar pekerjaan

Sementara mengejar minat pribadi di tempat kerja dikenal untuk meningkatkan keterlibatan kerja dan kinerja, itu tidak realistis dan berisiko untuk bergantung pada pekerjaan sebagai satu-satunya cara untuk melakukannya. Beberapa pekerjaan tidak memungkinkan karyawan untuk fokus pada minat mereka, dan pekerjaan yang memang tidak selalu layak secara finansial. Dalam beberapa hal, mengikuti dan menemukan minat di tempat kerja dapat dilihat sebagai kemewahan bagi segelintir orang yang memiliki hak istimewa, yaitu mereka yang mampu memilih profesi yang tepat.

Memilih pekerjaan yang sesuai dengan yang Anda sukai juga bisa berbahaya dalam jangka panjang. Ketika Anda mempertaruhkan seluruh harga diri Anda pada pekerjaan Anda, Anda menjadi kurang tangguh terhadap peristiwa buruk, seperti PHK atau ulasan kinerja negatif. Ini juga bisa membuat lebih sulit untuk istirahat setelah jam kerja dan mendapatkan kelonggaran waktu untuk memulihkan kembali energi keesokan harinya. Ditambah lagi, Anda akan kehilangan kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan luar seperti penyaluran hobi, aktifitas penghilang stres, dan peningkatan tingkat kreativitas, yang semuanya dapat meningkatkan keterlibatan dan retensi kerja. Satu penelitian baru-baru ini bahkan menunjukkan bahwa orang malah akan memperoleh manfaat lebih besar ketika hasrat pribadi atau passion dan pekerjaan mereka sangat berbeda.

Penting untuk disadari bahwa keinginan untuk mengejar hasrat pribadi di tempat kerja adalah fenomena modern dan cukup populer di Amerika Serikat. Sedangkan di negara lain, terutama negara Eropa, orang lebih sering menemukan kepuasan di luar pekerjaan. Sebagai contoh, hampir setengah dari warga Jerman adalah anggota dari setidaknya satu klub setelah bekerja, yang memungkinkan mereka untuk terlibat dalam kegiatan favorit seperti olahraga atau berkebun di waktu pribadi mereka. Sebaliknya, di Amerika Serikat, hanya sedikit orang Amerika yang memiliki hobi atau ekstrakurikuler yang mereka kejar secara aktif.

Kemungkinannya adalah bahwa sibuk di tempat kerja telah menjadi simbol status di Amerika Serikat. Pekerja Amerika tampaknya bersaing tentang siapa yang dapat memanfaatkan waktu paling banyak yang menjadi jawaban mengapa mereka menghabiskan lebih banyak waktu di tempat kerja daripada kebanyakan orang Eropa. Alasan lain mengapa kita terlalu banyak bekerja saat ini adalah ketidakamanan finansial. Satu dari tiga keluarga kelas menengah berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup yang mengarah pada fokus yang lebih besar pada pekerjaan. Brigid Schulte, penulis buku Overwhelmed, menggambarkan budaya ini dalam bukunya: “Itu sangat menunjukkan di mana kita berada dalam budaya kita sekarang, sehingga Anda benar-benar bisa melupakan apa yang dilakukan untuk memiliki sesuatu yang Anda sukai dan melakukannya bukan terikat dengan pekerjaan dan tetap produktif. ”

Pelajaran untuk karyawan dan manajer

Salah satu cara untuk mengejar hasrat pribadi Anda di luar pekerjaan adalah membangun pelajaran dari “kerajinan kerja,” gagasan bahwa karyawan dapat menemukan cara untuk membuat peran mereka lebih dekat mencerminkan apa yang mereka pedulikan, misalnya dengan mengubah tugas atau pekerjaan dengan rekan yang lain sehingga memungkinkan Anda untuk punya lebih banyak waktu untuk passion Anda.

Kegiatan ekstrakurikuler bisa menjadi cara untuk mengembangkan keterampilan baru, bertemu orang baru dan komunitas, atau melakukan dekompresi. Bagaimana Anda menemukan kegiatan yang tepat untuk Anda? Pertama, tanyakan pada diri sendiri apa yang Anda pedulikan dan kemudian evaluasi apakah Anda menemukan atau melakukannya di tempat kerja. Jika Anda memiliki hasrat pribadi atau bahkan hanya minat yang belum bisa Anda kejar, maka itu bisa menjadi satu titik awal. Anda memiliki kebebasan untuk mencoba hal-hal baru di luar pekerjaan Anda, jadi cobalah. Ingat juga bahwa passion bisa bertambah dan berkurang dari waktu ke waktu, jadi tidak apa-apa untuk menghentikan satu aktivitas dan melakukan yang lain.

Cara lain untuk mengejar passion yang tidak Anda temukan di tempat kerja adalah menjadi relawan. Banyak perusahaan sudah mendorong karyawan mereka untuk melakukan ini. Praktik ini secara lebih luas telah terbukti menciptakan hubungan yang lebih kuat antara anggota masyarakat, menumbuhkan kebanggaan kolektif terhadap para peserta, dan memberi manfaat bagi perusahaan dengan menjaga keterlibatan dan komitmen karyawan. Penelitian juga menunjukkan bahwa menjadi relawan memungkinkan Anda untuk mengekspresikan nilai-nilai yang bermakna secara pribadi dan semakin banyak manfaat yang akan Anda peroleh.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *