Sebagai pebisnis pemula, pastinya cita-cita untuk membesarkan dan sukses mengembangkan perusahaan Anda adalah tujuan utama. Tapi tentu saja semua tak bisa dilalui dengan cepat dan mudah. Proses instan justru akan membuat perusahaan Anda rapuh meski terlihat melonjak signifikan dalam waktu yang singkat. Ingatlah bahwa proses tidak akan menghianati. Pasang badan untuk membuat semuanya tetap terkendali dan berada di jalurnya. Tentu menikmati proses bukan membiarkan semuanya berjalan lambat hingga Anda berharap beberapa tahun kemudian semuanya akan baik-baik saja. Tahapan demi tahapan harus dilalui dengan cara yang benar dan konsisten. Setidaknya Anda tahu apa yang Anda inginkan dan melakukan hal yang benar di setiap langkahnya.

Setidaknya ada beberapa tahapan yang harus Anda lalui untuk bisa membuat perusahaan rintisan Anda berjalan dengan benar. Mulai dari memahami konsep W3, yaitu What, Who, Why yang akan menjadi pondasi bisnis Anda, mencari tim marketing yang tepat, hingga melayani pelanggan setelah melakukan transaksi. Jadi berbisnis bukan hanya menciptakan produk hebat, tapi juga memahami apa yang diinginkan perusahaan dan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan Anda. Bukankah kehadiran perusahaan Anda memang bertujuan untuk menjadi solusi dari permasalahan pelanggan di luar sana. Memang di awal-awal, mengidentifikasi W3 sangat sulit dan membutuhkan waktu. Terkadang pendiri perusahaan melupakan konsep W3 ini dan memilih untuk mengerjakan apa kata orang-orang di sekitarnya dan berharap proses ini berjalan lebih cepat dengan jalan pintas.

Tak Ada Jalan Pintas Untuk Sukses

Membangun perusahaan seperti belari, tidak ada jalan pintas dalam lintasan. Anda akan berada di jalur ini selama bertahun-tahun dan konsisten hingga sepuluh tahun pertama. Tidak masalah jika perusahaan teman Anda tumbuh lebih cepat daripada perusahaan Anda atau bahwa beberapa perusahaan mencapai kesuksesan dalam waktu semalam. Sebagian besar kesuksesan yang diraih dalam semalam masih membutuhkan waktu hampir 10 tahun. Luangkan waktu untuk melakukan kerja keras mengidentifikasi W3 Anda dan memastikannya sesuai jalur perusahaan rintisan Anda. Jika Anda tidak yakin, maka teruslah menguji sampai Anda mengetahui mana yang benar. Dan kalaupun Anda salah, mulailah dari awal. Jika konsep W3 yang mendasarinya tidak ada, maka Anda tidak akan pernah menjadi pebisnis besar. Anda akan membuat kecewa pelanggan dan karyawan karena menemukan diri Anda berputar pada masalah yang sama.

Sebelum melangkah lebih jauh, mulailah dengan meluangkan waktu untuk membedah teori W3 Anda. Jika sudah menemukannya, langsung cobalah. Ingatlah bahwa pada masa-masa awal, sebelum Anda berhasil menemukan kecocokan produk Anda dengan kebutuhan pasar, Anda bisa mencari arahan hubungan produk dan pasar melalui proses pengembangan pelanggan dan penjualan yang sesungguhnya tidak dimulai hingga Anda menemukan pengulangan dalam W3 Anda. Ajukan banyak pertanyaan pada calon pelanggan, tetaplah penasaran, jangan khawatir dengan kesalahan. Secara langsung atau tidak langsung, Anda harus menyimpulkan bagaimana menyelesaikan tantangan terbesar pelanggan, tapi luangkan waktu juga untuk mendengarkan. Biarkan pelanggan Anda mengarahkan Anda ke jalur yang sesuai dengan produk dan pasar.

Begitu Anda mulai melihat tanda-tanda arah produk-pasar, berhentilah sejenak dan mulailah instrumentasi awal Anda. Gunakan proses penjualan awal Anda dan saluran penjualan untuk membuktikan dan membantah mengapa Anda menganggap W3 Anda benar. Bangun model awal di sekitarnya dan lacak metrik Anda setiap hari dan setiap minggu. Punya pendapat tentang seperti apa pertumbuhan itu dan mengukur di mana letak kebenaran dan kesalahan Anda. Jangan takut untuk menyesuaikan diri saat Anda mempelajari semuanya, dan Anda akan banyak melakukan kesalahan.

Ketika data yang Anda kumpulkan mulai menguat dan Anda mulai merasakan arah produk-pasar, Anda bisa mulai mendatangkan pendapatan awal. Pelajari tentang apa yang penting bagi pembeli Anda, bagaimana mereka menghargai produk Anda, dan mulai mencari tanda pembelian kembali sambil memperbaiki proses dan model penjualan Anda. Dan ingatkan diri Anda bahwa membangun perusahaan besar bukanlah tentang mengatur dan melupakannya, tapi iterasi yang konstan dan sering kali merupakan penemuan dari apa yang Anda lakukan dan bagaimana Anda melakukannya.

Dan akhirnya, ingatlah bahwa pekerjaan Anda belum berakhir ketika penjualan ditutup, karena ini baru saja dimulai. Ketika Anda mulai memiliki basis pelanggan nyata, ingatlah bahwa ketika bisnis Anda tumbuh dari pelanggan baru, bisnis Anda dibangun di atas basis pelanggan Anda yang semakin besar. Selalu ingat bahwa jika Anda terus fokus pada membangun nilai untuk menyenangkan pelanggan Anda, mereka akan tinggal bersama Anda, terus membeli dari Anda, dan memberi tahu teman-teman mereka betapa hebatnya perusahaan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *