Bagi penggiat startup beberapa tahun terakhir ini pastinya sering mendengar istilah Lean Startup. Startup ramping ini adalah konsep yang dikembangkan oleh Eric Ries, seorang pengusaha dan juga petinggi di Silicon Valley. Konsep Startup ramping ini fokus pada sebuah sikluk pengembangan sebuah produk atau bisnis yang bisa diringkas sehingga bisa berjalan dengan lebih efisien dengna mengukur kemajuan dan umpan balik para penggunanya. Merampingkan beberapa aspek berarti Anda telah menghemat waktu dan biaya serta tenaga Anda untuk bisa mendapatkan loncatan-loncatan besar dalam waktu singkat dalam pengembangan produk dan bisnis Anda. Tentu konsep merampingkan beberapa tahapan ini sangat relevan dengan konspe Startup saat ini yang mampu berkembang dalam waktu singkat, pendanaan terbatas, dan juga tim kerja yang sedikit.

Lean Startup adalah seperangkat prinsip tentang cara meluncurkan bisnis dengan cepat menggunakan sumber daya seminimal mungkin. Metodologinya berpusat pada pengukuran kebutuhan dan respon pelanggan Anda terhadap bisnis Anda, dan kemudian memasukkan umpan balik mereka ke dalam pertumbuhan Anda.
Gerakan Lean Startup dimulai sebagai reaksi terhadap praktik bisnis klasik yang menghabiskan banyak waktu dan uang untuk mengembangkan suatu produk hanya untuk mengetahui setelah peluncuran bahwa pelanggan tidak menginginkan, membutuhkan atau menyukainya. Sebagai seorang insinyur perangkat lunak senior di There, Inc., Eric Ries menyaksikan perusahaan menghabiskan lima tahun dan banyak dana $ 40 Juta untuk meluncurkan There.com. Produk itu tidak berhasil dirilis dan perusahaan dengan hampir 200 karyawan itu akhirnya terpaksa gulung tikar. Menurut Ries, kesalahan yang paling penting adalah bahwa visi pendiri tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Secara sederhana, konsep Lean Startup ini memiliki banyak manfaat yang bisa Anda pertimbangkan untuk memulai menjalankan sebuah bisnis Startup milik Anda sendiri. Dengan mengadopsi Startup ringkas ini, Anda bisa meminimalisir persyarata pendaan dengan membuka peluang untuk mendpatkan umpan bali dari pelanggan untuk bisa dievaluasi dalam menata pertumbuhan bisnis Anda. Selain itu dengan konsep ini, Anda bisa mempertahankan struktur yang cukup minimalis dan gesit sambil terus sambil beradaptasi dengan pasar yang berubah dengan begitu cepat.

Strategi Lean Startup ini akan membuat Anda tidak perlu tancap gas untuk memulai bisnis dengan berbagai pertimbangan, menyiapkan dana yang besar, dan berpikir tentang sebuah produk sempurna yang segera diterima pasar dengan baik. Tapi sebaliknya, Anda bisa fokus dengan tim kerja solid untuk merilis produk yang Anda tawarkan dengan peluncuran yang cepat atau sering diistilahkan dengan Minimum Viable Product (MVP). Uji coba yang memakan biaya sedikit ini bisa langsung ditanggapi oleh penggunanya dan evaluasi secara cepat langsung pada tim kerja Anda. Jika respon dar pengguna belum begitu menggemberikan, tentu Anda bisa kembali lagi ke tim dan mengubah semuanya dengan cepat dan tepat. Yang terpenting adalah tetap membuatnya ramping dan ringkas. Biasanya  dengan menerapkan Lean Startup ini, Anda dan tim hanya butuh waktu sekitar 3 hingga 5 bulan untuk menyiapkan semuanya hingga siap dilempar ke pasar. Tentu waktu ini cukup singkat dibandingkan dengan cara konvensional yang membutuhkan waktu lebih dari satu tahun, biaya yang besar, dan karyawan yang lebih kompleks lagi.

Seperti yang ditulis Fast Company, “lean” adalah “lebih sedikit tentang bagaimana membuat startup lebih sukses dan pengusaha lebih kaya, ketimbang harus melakukan pemeriksaan ulang bagaimana bekerja di dunia yang rumit dan bergerak lebih cepat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *