Jika saat ini Anda hidup dikelilingi dengan startup, pastinya tak banyak yang tahu dengan istilah startup Beberapa orang mungkin melihat startup sebagai sebuah perusahaan baru yang langsung terkenal dengan segala fitur yang dibawanya. Tapi ternyata startup bukan hanya perusahaan atau unit bisnis yang dikembangkan oleh “Founder” dan “Co Founder” lalu akhirnya mendapatkan pendanaan ratusan miliar dari investor. Lebih sederhana dari itu, ternyata metodologi Startup yang ramping adalah salah satu cirinya. Startup adalah perusahaan yang berdiri tak lebih dari 3 tahun dan memiliki pegawai kurang dari 20 orang. Bisakah Anda membayangkan hanya dengan jumlah pegawai yang begitu ramping ini mampu mengelola sebuah perusahaan yang cukup besar dan pendanaan bernilai tirilunan?

Kebanyakan startup yang berkembang saat ini bergerak di bidang teknologi, website dan juga hal-hal yang berbau dengan internet. Jawabannya dengan membuat sebuah perusahaan seramping mungkin dan sangat efisien, semua bisa terkendali dengan bantuan teknologi dan internet. Memang keunggulan dari sebuah startup adalah pengelolaan yang berbasis aplikasi smartphone dan juga website. Apalagi saat ini perkembangan media sosial dan smartphone cukup besar sehingga sangat membantu bagaimana sebuah perusahaan rintisan ini bergerak maju dan berkembang hanya dalam waktu singkat dan juga awak kabin yang minimalis.

Sementara itu , mengoperasikan bisnis yang ramping ini sering dikaitkan dengan dunia teknologi, tapi prinsip-prinsip yang diadopsi umumnya berlaku untuk berbagai perusahaan dan industri. Anda bisa memahami beberapa cara ini untuk mengadopsinya dalam perusahaan rintisan yang sedang Anda bangun saat ini. Metodologi ini dikelompokkan dalam tiga poin utama, yaitu:

Penglihatan

Langkah pertama adalah mengadopsi apa yang disebut sebagai ‘pembelajaran tervalidasi’ untuk menentukan apakah konsep bisnis Anda valid  atau untuk hari ini saja, tapi juga dalam jangka panjang. Seorang wirausahawan ditantang untuk mengukur apakah ia membuat kemajuan atau tidak dengan menggunakan versi eksperimen ilmiah yang disesuaikan.

Menyetir

Setelah visi Anda divalidasi, instruksi selanjutnya adalah bagaimana membangun produk yang layak minimum untuk menguji asumsi utama tentang produk, pasar, dan basis pelanggan. Jika Anda menemukan beberapa asumsi Anda sebagai sebuah tantangan, maka metodologi ini juga menyertakan ukuran kapan saatnya untuk mengganti rencana ke depan dan kapan saatnya untuk tetap fokus.

Mempercepat

Langkah terakhir adalah menerapkan loop Build-Measure untuk mempelajari bagaimana ide ini direspon oleh pelanggan dan kompetitor secepat mungkin untuk merangsang pertumbuhan. Dengan asumsi produk atau ide Anda memiliki cukup banyak fitur untuk dikembangkan, metodologi ini memberikan visi untuk masa depan yang merangkum perencanaan berikutnya dari mulai manufaktur hingga peningkatan ke desain organisasi.

Idealnya, Metodologi merampingkan sebuah perusahaan startup ini harus diterapkan pada semua aspek bisnis Anda. Ini bukan hanya tentang merilis bisnis dengan menentukan kelayakannya. Anda juga dapat menerapkannya pada bagian-bagian bisnis yang akan membantu Anda tumbuh. Dengan menerapkan 3 poin penting di atas, tentunya Anda bisa merencanakan bagaimana sebuah perusahan yang ringkas sebenarnya bukan soal meminimalisir banyaknya pegawai yang terlibat, tapi bagaimana merespon apa yang sudah Anda rencanakan dan melihatnya secara teliti bagaimana hal itu mempengaruhi bisnis Anda selama tahun-tahun pertama. Tak banyak pemilik startup dan perusahaan rintisan yang benar-benar menerapkan metodologi ini untuk mengukur kelayakan bisnis mereka dari dalam sehingga terkadang apa yang seharusnya bisa dimodifikasi dari awal terlewat hingga beberapa tahun kemudian dan ini bisa membuat hal buruk terjadi di tahun berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *