Memiliki kemampuan komunikasi yang baik akan sangat menguntungkan baik dilingkungan kerja maupun dikehidupan sehari hari. Memiliki kemampuan untuk memberikan instruksi, ide dan konsep dengan baik dapat membuat anda lebih sukses terlepas apapun pekerjaan anda. Keahlian ini dapat dibangun dengan latihan terus menerus.

Salah satu ketrampilan paling utama dari ketrampilan komunikasi adalah kemampuan anda untuk menjadi pendengar yang aktif atau active listening skills. Mempunyai skill jenis ini akan membantu anda membangun dan mengelola hubungan, menyelesaikan masalah, meningkatkan kemampuan menyerap dan menguasai informasi seperti instruksi, prosedur dan ekspektasi.

Untuk membantu anda memahami keahlian ini dan belajar bagaimana keahlian ini dapat dikembangkan, berikut pemaparan mengenai definisi dan contohnya.

Apa itu Active Listening Skills?

Active listening skills adalah kemampuan anda menjadi seorang pendengar yang aktif. Pendengar yang aktif adalah pendengar yang benar benar fokus mendengarkan lawan bicara, mengerti topik pembicaraan, menangkap informasi yang cukup dan sanggup memberikan jawaban yang serius. Tidak seperti pendengar yang aktif yang hanya mendengarkan dengan tanpa memperhatikan, kemampuan menjadi seorang pendengar aktif sangat dihargai didunia kerja. Karena dengan menguasai ketrampilan komunikasi interpersonal ini, anda dapat menangkap informasi yang detil dengan tanpa diulangi.

Pendengar aktif menggunakan bahasa verbal dan nonverbal untuk menunjukkan dan menjaga perhatian mereka kepada si lawan bicara. Ini tidak saja membantu anda untuk fokus tetapi juga membuat lawan bicara anda mengerti kalau anda memperhatikan dan menangkap isi pembicaraan. Daripada sibuk memikirkan harus jawab apa ketika si lawan bicara selesai berbicara, pendengar yang aktif justru berusaha mengingat ingat apa yang si lawan bicara tadi katakan.

 

 

Mengapa menjadi seorang pendengar yang aktif itu penting ditempat kerja?

Entah anda masih dalam tahap mencari pekerjaan atau sedang berusaha untuk mendapatkan promosi, kemampuan anda menjadi seorang pendengar yang aktif akan dapat membantu anda. Seperti halnya keahlian untuk berpikir kritis dan keahlian menyelesaikan masalah, dengan memiliki kemampuan ini, anda akan mendapatkan nilai lebih sebagai karyawan atau calon karyawan. Berikut keuntungan keuntungan yang bisa anda dapatkan jika anda memiliki keahlian ini:

Menjadi pendengar aktif membantu anda membangun koneksi

Apabila anda adalah seorang pendengar yang aktif, orang lain akan merasa nyaman untuk bercerita dengan anda. Ketika anda menunjukkan kemampuan anda untuk benar benar fokus pada apa yang kawan anda bicarakan, kawan anda tersebut akan lebih suka berbincang dengan anda setiap harinya. Ini akan membuat anda memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan orang lain, menyelesaikan proyek dengan lebih cepat atau mendapatkan proyek baru. Hal hal inilah yang akan membantu andaa sukses.

Menjadi pendengar aktif membantu membangun kepercayaan

Ketika orang tahu anda adalah orang yang dapat mendengarkan orang lain bicara dengan tanpa dihakimi, dipotong atau ditolak, orang akan lebih percaya pada anda. Ini akan sangat membantu jika anda harus bertemu dengan customer baru atau mencoba membuat kontrak kerja jangka panjang.

Menjadi pendengar aktif membantu mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah

Mendengarkan orang lain berbicara dengan fokus dan aktif akan membantu anda mengidentifikasi masalah yang sedang dialami oleh orang tersebut. Semakin  cepat anda menemukan masalah tersebut, maka semakin cepat pula solusi masalah dapat ditemukan.

Menjadi pendengar aktif membantu anda meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anda diberbagai bidang.

Karyawan yang baik adalah karyawan yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya. Dengan menjadi pendengar yang aktif anda mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tambahan mengenai berbagai topik masalah yang mana pengetahuan dan pemahaman tersebut dapat bermanfaat dimasa depan.

Menjadi pendengar aktif menghindarkakn anda dari kehilangan informasi informasi penting

Karena mendengarkan orang lain bicara dengan fokus akan membuat orang tersebut menceritakan hal hal detil dengan nyaman. Ini penting terutama jika orang tersebut sedang memberi anda instruksi, mengajari anda mengenai suatu topik atau meminta anda menyampaikan pesan kepada kawan kawan anda.

Bagaimana cara menjadi  seorang pendengar yang aktif?

Berikut ini latihan menjadi pendengar aktif yang dapat anda lakukan untuk mengembangkan keahlian komunikasi interpersonal anda.

Kemampuan verbal yang dapat anda lakukan untuk menjadi seorang pendengar aktif:

  • Dengan membuat rangkuman pembicaraan antara anda dan lawan bicara anda menunjukkan bahwa anda mendengarkan si pembicara dan menangkap isi pembicaraan dengan baik. Selain itu dengan memberikan rangkuman pembicaraan, anda juga memberi kesempatan lawan bicara anda untuk mengoreksi informasi yang anda dapat sekaligus memberinya ruang untuk berpikir mengenai solusi masalahnya sendiri.

Contoh: “Jadi katamu, timmu tidak suka dengan sistem manajemen yang baru karena dengan sisitem manajemen tersebut timmu tidak bisa menyimpan file dalam ukuran besar?”

  • Tanyakan pertanyaan yang sifatnya terbuka. Tanyakan pertanyaan yang menunjukkan anda menangkap inti pembicaraan kawan anda dan membuat kawan anda bercerita lebih banyak. Pastikan petanyaan tersebut tidak bisa dijawab dengan sekedar “ya atau tidak”.

Contoh : “Memang benar sih, kalau semisal tim kamu tidak bisa menyimpan file yang memiliki kuota besar kan proyek konstruksi bulan depan akan terhambat. Jadi rencananya kamu dan timmu akan melakukan apa?”

  • Tanyakan pertanyaan yang spesifik. Tanyakan pertanyaan yang langsung menjurus ke detil informasi yang mereka sampaikan.

Contoh: “Coba ceritakan padaku, proyek mana yang menurutmu paling banyak memakan waktu?”

  • Gunakan kata kata afirmasi sederhana. Kalimat afirmasi pendek dan positif akan membantu lawan bicara anda merasa lebih nyaman dan merasa anda menangkap inti pembicaraan serta dapat memproses informasi yang dia berikan. Selain itu kata kata afirmasi sederhana juga dapat membantu anda meneruskan pembicaraan dengan tanpa anda harus menginterupsi pembicaraan lawan bicara anda.

Contoh: “Ya, aku paham”, “Oh..iya ya..”, “Memang bener sih..”, “Aku setuju”

  • Tunjukkan empati. Pastikan lawan anda mnegetahui kalau anda menyadari dan bisa ikut merasakan perasaannya. Dengan menunjukkan kasih sayang anda dapat membangun kepercayaan lebih dengan lawan bicara anda daripada anda hanya meunjukkan kalau anda bisa merasakan perasaan mereka.

Contoh: “Aku turut sedih kamu harus melalui semua ini. Apakah ada yang bisa aku bantu?”

  • Ceritakan pengalaman anda yang mirip dengan pengalaman lawan bicara anda. Saling bertukar cerita mengenai pengalaman yang mirip atau bahkan sama tidak hanya dapat menunjukkan kalau anda mengerti dengan masalah yang dihadapi lawan bicara anda tetapi juga membantu menguatkan hubungan anda dengannya. Apabila lawan bicara anda menceritakan sebuah masalah yang anda pernah mengalaminya juga, anda dapat menceritakan solusi yang pernah anda tempuh untuk menyelesaikan masalah tersebut. Meskipun hal tersebut nampak sederhana, tapi membantu memberikan alternatif solusi akan sangat berharga bagi lawan bicara anda.

Contoh: “Dulu aku juga pernah kesulitan beradaptasi disini. Tapi lama kelamaan akan betah kok”.

  • Ingat Ingat kembali dulu lawan bicara anda pernah cerita apa kepada anda. Coba ingat ingatlah inti pembicaraan anda dengan lawan bicara anda tersebu dimasa lalu. Ini tidak hanya menunjukkan anda tertarik dengan pembicaraan kalian dimasa sekarang tetapi juga menunjukkan kalau anda menguasai informasi tersebut.

Contoh: “ Minggu lalu kamu bilang akan memasukkan salah satu ketua tim untuk membantumu memantau pengeluaran bulan ini, kupikir itu ide yang bagus.”

 

 

 

 

Kemampuan non verbal yang dapat anda lakukan untuk menjadi seorang pendengar aktif:

  • Memberi anggukan kepada lawan bicara anda cukup untuk menunjukkan bahwa anda paham dengan apa yang dibicarakan dan cukup suportif dengan isi pembicraan tersebut meskipu bisa jadi anda tidak setuju.
  • Sama halnya dengan memberi anggukan kepada lawan bicara, memberi senyuman kepada lawan bicara dapat menunjukkan ada paham isi pembicaraan. Namun memberi senyuman berfungsi sebagai tindakan afirmatif agar tensi pembicaraan menurun dan menjadi lebih santai.
  • Hindari gerakan gerakan yang mengganggu. Tetaplah fokus pada pembicaraan. Untuk menjaga fokus ini anda perlu menghindari gerakan gerakan yang irasa mengganggu seperti melihat jam, mengecek pesan di handphone atau mengetuk meja dengan bulpoin. Anda sebaiknya juga menghidari perubahan gaya komunikasi anda dari verbal ke nonverbal. Itu akan membuat lawan bicara anda merasa tidak nyaman.
  • Teruslah lihat mata lawan bicara anda. Salah satu cara mengelola fokus anda kepada lawan bicara anda dan isi pembicaraan anda dengannya adalah dengan tetap melihat mata si pembicara. Jangan memindahkan pandangan anda kepada obyek lain disekitar. Namun demikian anda perlu menggunakan anggukan dan senyuman untuk membuat pembicara merasa nyaman dan tidak terintimidasi.

Dengan mengimplementasikan teknik verbal dan non verbal diatas kedalam pembicaraan anda dan kolega anda kedepannya, anda dapat bekerja kedalam sebuah lingkungan yang memiliki hubungan yang kuat dan anda dapat lebih menguasai informasi dari interaksi yang berlangsung ditempat kerja anda. Untuk menjadi seorang pendengar aktif dibutuhkan latihan terus menerus. Semakin banyak anda latihan maka semakin natural pula kemampuan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *