3 Cara Memerangi Budaya Sibuk yang Tidak Sehat

Di rumah dan di kantor, “budaya sibuk” telah memperburuk masalah yang seharusnya dapat diselesaikan dengan mudah. Memang alamiah mengasumsikan bahwa semakin kita sibuk, semakin besar dampak yang bisa kita ciptakan. Tapi kenyataannya, banyak studi membuktikan bahwa budaya sibuk ini malah menghancurkan produktivitas dan menjauhkan kita dari keluarga serta hubungan yang lebih dalam dengan para rekan kerja.

Seperti halnya budaya kerja, budaya sibuk dimulai dari atas, dari para pemimpin yang ingin tampak sukses, penting, dan produktif. Namun apa yang membuat masalah ini jadi sulit ditanggulangi ialah budaya ini juga memiliki akar di bawah, di mana karyawan-karyawan junior berkompetisi untuk menonjol sebagai pekerja keras yang berkontribusi dan meraih posisi yang lebih tinggi.

Tentu saja kemudian muncul masalah bagaimana batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life) jadi begitu tipis sebagai akibat dari perkembangan teknologi yang memungkinkan orang bekerja dan terhubung satu sama lain dari mana saja dan kapan saja.

Kelanjutan artikel ini hanya bisa dibaca oleh Member, silahkan login disini dulu atau Registrasi di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *