Aturan Privasi Data Berubah, Apa yang Bisa Dilakukan Para Pemasar?

Setelah pademi memaksa perusahaan di seluruh dunia beralih ke remote work, privasi data kini menjadi perhatian banyak orang. Konsumen mungkin bisa menerima paket yang datang terlambat, penerbangan yang dibatalkan, atau waktu layanan yang lebih panjang karena pandemi. Tapi ketika hal-hal tersebut sudah menyinggung data pribadi, maka tamat sudah.

Apa yang bisa para pemasar lakukan untuk memenuhi harapan konsumen yang meningkat terkait aturan privasi data mereka?

Selamat datang di era proteksi privasi data konsumen

Pembicaraan tentang hal ini bukanlah hal baru. Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa 84% konsumen akan mengabaikan pembelian online mereka jika situsnya tidak aman. Kembali ke tahun 2018, Uni Eropa mengeluarkan General Data Protection Regulation (GDPR) untuk meningkatkan kebutuhan privasi data. Kemudian awal tahun ini, California mengumumkan bahwa tidak akan ada penundaan yang terkait dengan pandemi dalam menegakkan aturan California Consumer Privacy Act (CCPA).

Aturan ini memberikan konsumen kesadaran lebih serta kendali atas informasi pribadi apa yang dikumpulkan, bagaimana data tersebut dijual, dan bagaimana keamanannya terjamin. Para pemasar telah mengambil berbagai langkah untuk memenuhi peraturan baru. Misalnya memastikan bahwa form situs memasukkan opt-in checkbox yang meminta persetujuan sebelum pengguna mendaftar ke mailing list, memberikan akses mudah menuju pernyataan privasi, serta membuat laman web khusus di mana pengguna dapat mengajukan permintaan untuk mengakses, memodifikasi, atau menghapus infromasi pribadi mereka.

Namun, ketika pemasar B2B dan B2C bertindak dengan hati-hati untuk memastikan prospek mereka setuju menjadi target pemasaran, iklim saat ini membuat penjagaan proteksi yang cukup menjadi sulit. Pandemi telah memaksa begitu banyak bisnis non-digital untuk menggeser operasinya menjadi online dalam waktu singkat. Belum lagi banyak dari perusahaan ini yang tidak memiliki kebijakan dan prosedur remote work untuk mengelola data sensitif di luar kantor.

Ketika dikombinasikan dengan peraturan baru seperti CCPA, sangat maklum jika bisnis-bisnis seperti ini mengalami kesulitan melindungi data konsumen seperti sebelumnya. Tapi dengan peralatan yang tepat, para pemasar dapat memanfaatkan pergeseran operasional online ini untuk membangun kepercayaan konsumen serta menunjukkan dedikasi mereka pada privasi data.

Bagaimana para pemasar dapat beradaptasi: analitik dan otomasi

Secara spesifik, teknologi analitik dan otomasi dapat membantu perusahaan memenuhi kebutuhan legislatif baru serta permintaan auditor seputar konsumen dengan lebih efisien dan terjangkau. CCPA menentukan kebutuhan akan “hak akses”, yang berarti konsumen harus memiliki cara untuk meminta salinan kategori data mereka yang dikumpulkan, atau meminta data mereka dihapus.

Untuk memenuhi permintaan akan hal ini dengan cepat dan handal, perusahaan harus memiliki solusi digital yang mudah dilakukan sendiri dalam otomatisasi tugas penting seperti permintaan dan penghapusan data.

Misalnya, form yang secara otomatis berisi informasi penting yang dapat memastikan bahwa kebutuhan data yang rumit sudah terpenuhi. Tidak hanya itu, alat pemandu desktop real-time atau asisten virtual dapat membantu karyawan menyelesaikan tugasnya dalam urutan tertentu, atau meminta agen pusat kontak untuk memberikan dan menkonfirmasi informasi persetujuan data yang layak.

Selain itu, alat analitik dapat memberikan informasi yang secara signifikan mengurangi potensi human error dalam memenuhi peraturan proteksi data yang global dan rumit. Alat-alat ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi interaksi konsumen dengan risiko kepatuhan yang lebih tinggi dan secara otomatis mengantrekannya ke dalam alur kerja audit yang telah ditentukan.

Pada interaksi di mana data konsumen dikumpulkan, misalnya, alat-alat ini bisa menentukan apakah rincian peraturan CCPA atau GDPR sudah sesuai, lalu kemudian secara otomatis meminta agen secara real-time membagikan informasi rincian aturan tersebut dan menjaga kepatuhannya. Ini akan mengurangi keharusan menelepon secara manual, sehingga para pengawas yang berkualitas bisa lebih bertanggung jawab atas tugas yang lebih rumit.

Lihat ke masa yang akan datang

Seiring pandemi yang mendorong perusahan untuk melakukan kegiatan secara online, pembicaraan tentang aturan privasi data yang dimunculkan oleh GDPR dan CCPA telah membuat urgensi baru di seluruh dunia. Untuk menjaga kepatuhan—dan juga kepercayaan konsumen—perusahaan harus berinvestasi pada alat analitik dan otomatisasi yang dapat menjaga privasi konsumen.

Hanya dengan berinvestasi pada solusi yang cerdas, mampu beradaptasi, dan bisa mengikuti perkembangan peraturan, perusahaan akan dapat bertahan di era baru proteksi data konsumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *