Metode Belajar dan Kaitannya dengan Pengembangan Karir

Salah satu hal terbaik yang dapat anda lakukan untuk terus meningkatkan karir anda adalah dengan terus belajar. Jika anda ingin pindah kerja atau naik jabatan, belajar hal hal baru dapat membantu anda memperoleh keinginan anda tersebut.

Demi belajar secara efektif, menguasai dan menerapkan informasi baru dipekerjaan dapat membantu anda memahami apa metode belajar yang cocok untuk anda. Tidak hanya membantu anda memperoleh pengetahuan dan skill baru, memahami cara belajar anda juga dapat membantu anda mengidentifikasi jenis pekerjaan yang pas untuk anda. Contoh, anda dapat bertanya mengenai bagaimanakah cara perusahaan membantu karyawannya untuk terus belajar dan berkembang saat wawancara dan anda menggunakan informasi ini untuk memastikan apakah pekerjaan tersebut cocok untuk anda. Berikut ini adalah informasi dasar tentang berbagai metode belajar dan pekerjaan yang cocok untuk metode tersebut.

Apa kaitan antara cara belajar dengan pekerjaan?

Setiap orang belajr dan menguasai informasi baru dengan cara yang berbeda. Ketika anda disekolah mungkin anda menyadari beberapa pelajaran terasa mudah dipahami sementara beberapa pelajaran yang lain terasa mudah. Alasan dari hal ini adalah karena cara atau metode belajar yang mana yang cocok untuk anda.

Metode belajar yang efektif akan berimbas dibanyak aspek dikehidupan anda termasuk kehidupan kerja anda. Untuk bekerja dibidang yang anda pilih, anda dituntut untuk terus menerus belajar dan berkembang dengan menyerap pengetahuan dan skill baru. Ketika anda mengerti metode belajar manakah yang cocok untuk anda, anda dapat mengaplikasikannya di tempat kerja dan memberitahu orang orang yang sekiranya tertarik terhadap perkembangan individu anda seperti manajer anda misalnya.

Apa saja jenis jenis metode belajar itu?

Setidaknya terdapat 3 metode bbelajar yang utama:

1. Visual

Orang yang memiliki  tipe belajar visual/spasial paling baik memproses informasi jika informasi tersebut disampaikan dalam gambar, grafik, chart, peta atau grafik lainnya. Pembelajar jenis ini umumnya melihat gambarnya dulu baru membaca. Mereka juga merupakan orang yang bisa dengan cepat membuat visualisasi konsep. Selain itu mereka cenderung leebih suka apabila instruksi disampaikan kepada mereka dalam bentuk tertulis daropada verbal serta seringkali membuat coret- coretan ketika menyampaikan sebuah konsep atau mencoba memahami konsep/topik tresebut. Banyak pembelajar visual yang lebih mudah menghafal sebuah konsep jika konsep tersebut ditulis atau digambar. Mereka juga suka  suka menulis atau menggambar sebuah konsep baru untuk dihubungkan satu sama lain.

2. Auditory

Pemebelajar suara (Auditory) lebih mudah menyerap informasi jika informasi tersebut disampaikan secara jelas dan lugas seperti dosen saat presentasi didepan kelas. Orang tipe ini mudah menghafal dan mengulangi apa yang diucapkan oleh orang lain serta suka berdiskusi mengenai topik yang dirasa sulit dan rumit. Peembelajar tipe ini suka dengan perintah yang diucapkan berulang ulang agar lebih mudah diingat. Mereka bisa jadi memiliki banyak pertanyaan mengenai topik topik yang kurang dimengerti dan mengulang ulangi topik tersebut agar lebih paham. Mereka bekerja dengan baik dalam disuksi tim. Pembelajar auditory juga bisa menggunakan audio berupa rekaman sebagai cara yang cocok untuk menyerap pengetahuan baru.

3. Kinestetik

Pembelajar kinestetis paling baik belajar  melalui pengalaman pribadi daripada melalui contoh dan ceramah dalam kelas. Tipe pembelajar jenis ini suka melakukan sesuatu yang bisa ditangani langsung, lebih ssuka menyentuh dan merasakan baarang dan lebih mudah mengingat hal hal yang telah mereka lakukan daripada yang telah mereka baca atau dengar. Orang dengan tipe belajar kinestetis suka membuat dan menciptakan sesuatu dengan tangan mereka sendiri dan paling baik mengingat informasi jika mereka secara fisik terlibat. Mereka bisa jadi mengingat sesuatu dengan berdiri atau mondar mandir. Selain itu juga mereka suka terlibat langsung dalam suatu proyek dengan menjadi asisten untuk melatih dan mempraktikkan konsep yang telah mereka terima.

Pikirkan bagaimana cara anda menyerap informasi baru terakhir kali dan bagaimana  anda memastikan informasi tersebut telah anda terima dengan baik. Apa polanya? Ceramah guru atau slide power point yang membuat anda lebih mudah memahami pengetahuan baru? Ketika anda mengetahui cara belajar terbaik anda, itu akan sangat membantu apabila anda lantas membicarakannya dengan manajer anda. Dengan begini anda bisa ikut memastikan anda dapat belajar dan berkembang dengan efektif di perusahaan anda. Sebagai tambahan, manajer anda bisa membantu anda mengaplikasikan cara belajar ini kedalam pekerjaan anda.

Pekerjaan terbaik untuk pembelajar visual

Karena pembelajar visual baik dalam melihat konsep dan mengoneksikan ide, mereka cenderung pandai dalam tugas yang menggunakan kemampuan navigasi mereka, membuat keputusan berdasarkan atau membuat sesuatu yang bernilai seni dan desain. Mereka sangat bagus ditempatkan dipekerjaan yang menuntut penggabungan konsep dan fisik.

Contoh pekerjaan yang cocok untuk pembelajar visual:

  • Animator
  • Arsitek
  • Pustakawan
  • Data Scientist
  • Administrator Database
  • Supir
  • Editor
  • Insinyur
  • Graphic Designer
  • Interior Designer
  • Pelukis
  • Fotografer/Videografer
  • Pilot
  • Software Developer
  • Perencana strategis
  • UX Designer

Pekerjaan yang cocok untuk pembelajar auditory

Orang tipe pembelajar auditory  cenderung lebih suka pekerjaan yang membutuhkan banyak diskusi dan pekerjaan yang perlu banyak mendengar. Mereka membuat keputusan berdasarkan hasil pembicaraan dan diskusi karena mereka bisa menyerap serta mengingat informasi hanya dengan mendengarkannya saja.

Contoh pekerjaan yang cocok untuk pembelajar auditory:

  • Asisten administrasi
  • Pengacara
  • Customer Service
  • Dokter
  • Guru BK
  • Jurnalis
  • Hakim
  • Psikolog
  • Musisi
  • Perawat
  • Psikiater
  • Sales
  • Translator
  • Tutor
  • Wedding Planner

Pekerjaan yang cocok untuk pembelajar kinestetis

Pembelajar kinestetis cenderung pandai dalam pekerjaan yang membutuhkan aktifitas fisik. Karena mereka membutuhkan stimulus secara terus menerus, mereka cocok dengan pekerjaan yang menuntut banyak gerak khususnya pekerjaan yang memperbolehkan mereka mngutak atik sesuatu.

Contoh pekerjaan yang cocok untuk pembelajar kinestetik:

  • Aktor
  • Atlet
  • Barista
  • Tukang Kayu
  • Chef
  • Tukang Bangunan
  • Dokter Gigi
  • Tukang Listrik
  • Petani
  • Tukang Kebun
  • Pegawai Hotel
  • Guru Olahraga
  • Dokter Hewan

Metode belajar tidak seharusnya menjadi satu satunya kriteria anda untuk memilih karir. Cenderung pada salah satu metode belajar bukan berarti anda harus bekerja dibidang yang ideal untuk metode belajar tersebut. Anda harus mampu menghubungkan gaya belajar anda dengan karir yang anda pilih. Tidak masalah apapun metode belajar anda, mengetahui cara terbaik anda belajar dapat membantu anda dalam berbagai hal dikehidupan baik kehidupan individu, kehidupan bermasyarakat maupun kehiudpan kerja anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *