Pedoman OKR

OKR (Objective Key Result) atau hasil dari obyek obyek kunci, dapat membantu mendefinisikan target individu maupun organisasi sekaligus menyediakan kerangka pemikiran untuk mengukur progres. OKR menciptakan sebuah target yang terdefinisi dengan jelas  untuk setiap individual dalam sebuah organisasi. Dengan menekankan kedua hal tersebut-obyek dan hasil kunci-, perusahaan seperti Google. Airbnb, Walmart. Twitter dan Bank ING menjadi lebih sukses dan menguntungkan.

Definisi OKR

OKR adalah alat pencapai target yang membantu sebuah perusahaan atau individu memeperoleh target masing masing dengan menyediakan daftar tindakan tindakan jangka pendek yang harus dilakukan dan dapat diukur.  Obyek dan hasil utama mungkin akan terlihat kompleks jika anda baru mengenal hal ini, tetapi secara struktur kedua hal tersebut cuku sederhana ketika dibagi menjadi dua bagian:

  • Obyek: Deskripsi hal hal yang ingin anda capai. Hal ini harus bersifat bisa dicapai melalui tidakan tindakan tertentu dan menantang masing masing karyawan dan tim untuk menggunakan kemampuan dan potensi maksium mereka untuk mencapai obyek ini.  Biasanya cukup ada tiga atau lima obyek dalam satu bulan. Lebih dari itu akan membuat tim anda kehilangan fokus.
  • Hasil utama: Hasil utama adalah satu set pengukuran yang dibuat untuk mengukur progres atau kemajuan tim anda dalam hal mencapai obyek terkait. Hasil utama ini biasanya ditulis dalam bentuk angka supaya lebih mudah diukur. Daam setiap obyek umumnya terdapat tiga atau lima hasil utama. Ingatlah bahwa hasil ini dapat berubah ubah menyesuaikan target yang diinginkan. Baik itu target bulanan atau kuartalan.

Apa perbedaan goal dan obyektive?

Pada artikel artikel sebelumnya kita selalu menggunakan kata Goal untuk mewakili arti sebagai target. Pada artikel hari ini kita beralih menggunakan kata obyek yang memiliki makna sama. Dalam sebuah organisasi, kata goal seringkali mewakili target yang luas dan tidak fokus. Meskipun goal memberi cukup arahan bagaimana sebuah perusahaan harus bekerja, goal umumnya tidak terlalu spesifik untuk mengukur kualitas, kuantitas atau jangka waktu.  Menetapkan goal untuk level individu baik goal jangka pendek maupun goal jangka panjang seringkali lebih produktif, sebab goal pada level individu biasanya lebih spesifik dan dapat diukur dibanding goal pada level organisasi atau perusahaan.

Sementara itu, obyektif dapat didefinisikan sebagai cara mencapai goal yang dapat diukur.  Sebuah obyektif menyediakan strategi dan taktik  yang dapat diukur dengan mudah.

Contoh OKR

Sekarang anda kurang lebih memahami dasar OKR. Untuk mengetahui bagaimana OKR berfungsi, mari kita berikan contoh. Dalam contoh berikut ini sebuah perusahaan ingin meningkatkan kualitas pelayanan konsumen yang mereka miliki. Peningkatan kualitas pelayanan konsumen merupakan sebuah goal. Tetapi goal tersebut belum memiliki sebuah obyek yang spesifik. Oleh karena itu, ide untuk meningkatkan kualitas layanan konsumen tersebut harus dipecah pecah menjadi beberapa langkah yang dapat dilakukan:

Obyek 1: Meningkatkan layanan konsumen sampai akhir paruh kedua tahun 2020.

  • Hasil utama 1: Mendapatkan rating 85% dari konsumen
  • Hasil utama 2: Menyelesaikan permasalahan konsumen dalam dua jam setelah konsumen menghubungi call center.
  • Hasil utama 3: Menjawab komplain dari konsumen dalam satu hari kerja

Obyek 2: Meningkatkan pengetahuan dan dukungan dari tim customer service

  • Hasil utama 1: Meneyelnggarakan seminar sebulan sekali
  • Hasil utama 2: Mengumpulkan tanggapan dari internal tim customer service mengenai bagaimana cara meningkatkan layanan.
  • Hasil utama 3: Masing masing anggota tim customer service harus memperoleh rating minimal 85% dari pelanggan.

Obyek 3: Memperbaharui teknologi untuk meningkatkan layanan konsumen dan produktivitas.

  • Hasil utama 1: Menawarkan 24 jam/7 hari kerja dukungan customer
  • Hasil utama 2: Memroses data customer dan laporan dengan keceptana 50% lebih baik.

Dari contoh contoh diatas anda dapat melihat bahwasanya obyek bersifat spesifik dan hasil kunci bersifat spesifik dan dapat diukur.  Jumlah dari obyek dan hasil kunci tidak permanen.  Anda dapat menyesuaikannya seseuai dengan kinerja tim anda dan kemajuan yang dapat mereka peroleh. Model ini dapat diaplikasikan dimana saja, di perusahaan apapun atau di divisi apapun.

Keuntungan memiliki OKR

Sebagaimana ditunjukkan oleh kesuksesan dari 500 perusahaan, OKR memiliki banyak keuntungan  dibanding perencanaan tardisional lainnya.

· Mudah dirubah. OKR mudah diganti sesuai dengan perubahan target dari sebuah bisnis. Hal ini apabila target yang dimaksud adalah target jangka pendek seringkali kuartalan atau bulanan.

· Sumberdaya dan waktu yang digunakan lebih sedikit. Karena OKR bersifat mudah, mengutak atiknya hanya membutuhkan sedikit sumberdaya dan waktu. Hal ini berarti anda perlu bertemu dengan rekan tim anda sekali dalam sebulan atau satu kali dalam tiga Karbenaulan untuk membahas mengenai perubahan OKR ini.

· Terbuka dan Transparan.  Karena obyek dan hasil kunci ditetapkan secara jelas, hal itu akan menciptakan kejelasan dan memotivasi anggota tim.

· Dibuat sesuai dengan levelnya.  Karena obyek disiapkan untuk semua level, semua obyek mudah di rubah dan disesuaikan dengan  semua level manajemen dari manajemen atas hingga manajemen bawah.

· Menciptakan ambisi. OKR mendorong karyawan untuk menyelesaikan tantangan dengan baik.

· Dapat diaplikasikan kedalam semua jenis industri.  Pendekatan yang digunakan metode OKR dapat diaplikasikan kedalam nyaris seluruh tipe bisnis dalam berbagai industri.

Poin poin diatas adalah sedikit poin dari banyak keuntungan dari penggunaan OKR kedalam bisnis anda.

Kesulitan kesulitan yang sering dihadapi saat menggunakan OKR

Meskipun OKR banyak memiliki keuntungan,  anda harus hati hati terhadap resiko OKR jika eksekusinya lemah. Resiko ini termasuk:

  • Menggunakan OKR sebagai list tugas departemen. Walaupun OKR bisa jadi berguna untuk mengarahkan pekerjaan harian anda,, menggunakan OKR sebagai list jadwal tim anda bisa jadi menghambat produktivitas.
  • Gagal menyesuaikan OKR. Ketika anda tidak menganalisa dan menyelaraskan kembali OKR yang anda miliki dengan target anda, OKR bisa jadi tidak efektif dan relevean dari waktu kewaktu.
  • Terlalu banyak menetapkan OKR. Menggunakan tiga sampai lima obyek dengan masing masing obyek terdapat dua sampai lima hasil utama sudah cukup untuk sebuah OKR. Ketika anda terlalu berlebihan, karyawan anda bisa jadi merasa kewalahan, tidak fokus sehingga melupakan tugas mereka. OKR harus mencakup prioritas kerja utama dan bukan tugas sehari hari atau proyek sampingan.

Seperti halnya semua strategi bisnis yang baru, OKR membutuhkan implementasi yang baik dan tidak bisa bekerja efektif dalam satu atau dua hari. Menetapkan strategi OKR membutuhkan waktu. Waktu ini termasuk menciptakan poin poin OKR dan melatih karyawan dan individu yang terlibat dalam kerangka kerja ini.

Dengan banyak manfaat, kerangka kerja OKR dapat membuat perusahaan yang tidak terorganisir dengan baik dan kurang fokus menjadi perusahaan yang sukses. Selain itu, kerangka kerja OKR juga dapat anda aplikasikan kedalam diri anda sendiri untuk menyelaraskan target anda kedalam sebuah format sederhana sehingga anda dapat bergerak ke level yang lebih tinggi dalam karir anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *