Gaji Bulanan dan Tarif per Jam, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Dalam dunia profesi, ada dua jenis pembayaran yang dilakukan, yaitu dengan gaji atau tarif. Keduanya memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing. Namun Anda bisa menyesuaikan pembayaran dengan gaji atau tarif sesuai dengan jasa dan pekerjaan yang Anda lakukan dan bagaimana hubungan dengan pemberi kerja. Berikut ini pembahasan tentang perbedaan antara tarif dan gaji untuk membuka wawasan Anda saat melamar pekerjaan nantinya.

Apa Itu Tarif?

Tarif biasanya dihitung perjam seseorang menyelesaikan pekerjaan atau jasa. Tarif per jam adalah jumlah uang yang diterima untuk setiap jam yang Anda habiskan untuk bekerja. Sebagai karyawan per jam, Anda harus dibayar untuk semua jam kerja Anda. Jika pemberi pekerjaan menginginkan lebih banyak waktu, mereka harus membayar Anda lebih banyak. Misalnya, jika Anda bekerja selama 25 jam 30 menit, Anda akan dibayar selama 25,5 jam. Jika tarif per jam Anda Rp 100 ribu, ¬†Anda akan menerima 25,5×100.000= Rp. 2.550.000.-

Apakah Itu Gaji?

Gaji adalah pembayaran yang konsisten kepada seorang karyawan berdasarkan posisi bekerja penuh waktu. Pengusaha biasanya mendistribusikan gaji setiap bulan atau dua bulan sekali, tapi beberapa bisnis membayar gaji setiap tahun. Jumlah dan frekuensi gaji yang didapatkan harus menjadi bagian dari kontrak kerja Anda. Setiap pembayaran gaji adalah jumlah yang tetap. Misalnya, Anda akan mendapatkan Rp.5.000.00 per bulan atau Rp.60.000.000 per tahun.

Keuntungan dan Kerugiannya

Metode kompensasi gaji dan tarif per jam memiliki keuntungan yang berbeda. Beberapa pekerja lebih menyukai bayaran dengan tarif per jam, sementara yang lain mungkin mencari posisi dengan gaji tergantung pada industri, kebutuhan dan jadwal mereka. Berikut ini beberapa keuntungan dan kerugian dari kedua jenis pembayaran tersebut.

1. Keuntungan pembayaran dengan gaji

Menerima gaji lebih baik daripada tarif per jam karena beberapa alasan:

Gaji yang konsisten. Karyawan yang digaji mendapatkan jumlah tertentu secara konsisten. Setiap ceknya sama meski ada hari libur. Anda juga bisa mendapatkan cuti sakit jika diperlukan tanpa mengurangi gaji Anda. Penghasilan tetap bisa mengurangi stres dan memungkinkan lebih banyak fleksibilitas saat Anda memiliki pengeluaran tak terduga.

Lebih banyak manfaat. Karyawan yang dibayar dengan gaji cenderung mendapatkan tunjangan kerja tambahan seperti jaminan kesehatan dan cuti libur.

Peningkatan karir. Pekerjaan dengan bayaran gaji memiliki lebih banyak tanggung jawab daripada pekerjaan yang dibayar dengan tarif per jam. Selain manfaat tambahan seperti asuransi kesehatan, Anda bisa dipromosikan ke posisi yang lebih maju lebih cepat daripada karyawan dengan gaji tarif per jam. Misalnya peran dalam manajemen biasanya diharuskan menjadi karyawan penuh waktu.

2. Kerugian Pembayaran dengan Gaji

Berdasarkan hukum federal, perusahaan harus membayar karyawan per jam lembur untuk jam kerja lebih dari 40 jam per minggu. Mereka masih bisa meminta karyawan bergaji untuk bekerja selama itu diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Tidak ada kompensasi tambahan untuk jam tambahan, jadi atasan yang menuntut bisa dengan mudah membuat Anda tetap bekerja dengan tugas tambahan.

3. Manfaat Pembayaran dengan Tarif per Jam

Bekerja dengan bayaran tarif per jam tentu bisa lebih bermanfaat dalam kondisi tertentu. Berikut beberapa keuntungan menerima bayaran dengan tarif per jam:

Kompensasi lembur. Sebagian besar perusahaan menggunakan sistem pelacakan waktu yang membayar karyawan per menit. Ini artinya jika Anda menerima gaji per jam, Anda harus diberi kompensasi jika Anda harus bekerja lembur. Karena undang-undang federal mengharuskan lembur untuk karyawan per jam, Anda bisa menghasilkan bayaran tambahan per minggu jika pekerjaan Anda membutuhkan lebih dari 40 jam seminggu untuk menyelesaikan target pekerjaan.

Kesempatan untuk membayar liburan. Lembur biasanya menghabiskan waktu setengah dari jam kerja pada umumnya, tapi beberapa perusahaan akan membayar dua kali lipat atau bahkan tiga kali lipat untuk bekerja pada saat musim liburan seperti Malam Tahun Baru. Jika Anda bekerja di bidang di mana lembur biasa terjadi, maka Anda bisa memperoleh penghasilan lebih dari yang Anda dapatkan jika bekerja di perusahaan dengan bayaran gaji. Namun pastikan jika keuntungan ini adalah bagian dari kontrak Anda.

Banyak waktu untuk minat lain. Memiliki bayaran tarif per jam memungkinkan Anda untuk menjadwalkan minat lain seperti meningkatkan keterampilan, ikut kursus, memulai usaha sendiri atau mengerjakan pekerjaan paruh waktu lainnya.

4. Kerugian dari gaji per jam

Penghasilan seorang pekerja dengan tarif per jam mungkin lebih rentan terhadap perubahan. Pekerjaan dengan bayaran tarif per jam ini biasanya merasakan dampak dari ekonomi yang buruk. Banyak bisnis memilih untuk mengurangi jam kerja karyawan per jam daripada memberhentikan karyawan yang digaji. Karyawan tarif per jam juga bisa beresiko meleset dari jam kerja mereka sehingga memungkinan untuk memotong tarif dari yang direncanakan di awal. Selain kehilangan uang karena jam kerja yang meleset, karyawan tarif per jam juga tidak menikmati jam fleksibel yang sama dengan karyawan yang digaji.

Mempelajari tentang gaji dan tarif per jam sangat penting, terutama saat Anda menegosiasikan tarif untuk pekerjaan baru. Memahami perbedaan antara gaji dan tarif per jam bisa membantu Anda memilih posisi terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *