Anggap saja saat ini Anda telah meluncurkan situs bisnis Anda. Pelanggan pertama Anda menyukainya tapi pertumbuhannya melambat. Sampai di sini Anda harus sudah mulai mengevaluasi apa yang salah dari bisnis Anda ataupun situs yang Anda buat. Anda benar-benar telah menonaktifkan kata-kata saat Anda membuat merek yang tidak bisa diucapkan orang dengan benar. Satu hal jika merek Anda adalah Cartier atau Louis Vuitton yang bisa dibilang merek-merek itu mungkin bahkan tidak menginginkan Anda jika Anda tidak dapat mengucapkan nama mereka. Tapi Anda ingin semua orang datang menggunakan situs Anda, jadi Anda harus membuatnya semudah mungkin agar mereka memberi tahu orang lain tentang hal itu.

Pertama kali saat memilih nama bisnis, coba tanyakan pada diri sendiri: Ada berapa variasi pengucapan untuk nama bisnis Anda ini. ¬†Perhatikan baik-baik nama bisnis Anda. Apakah kombinasi huruf dan vokal mirip dengan kata-kata kamus yang semua orang kenal? Jika nama Anda mengandung huruf-huruf yang dapat memiliki beberapa pengucapan seperti huruf “G” atau “C” yang sulit, maka perhatikan lagi apakah cukup lugas pengucapan mana yang harus digunakan orang apalagi orang awam yang mungkin pertama kali membaca atau mencoba mengucapkan nama bisnis Anda ini?

Perhatikan pertanyaan kedua, apakah pengguna mengalami keraguan sebelum mencoba menyebutkan nama bisnis Anda? Jangan sepelekan penundaan atau keraguan pengguna untuk mengakses bisnis Anda meski beberapa detik saja. Bahkan satu detik penundaan antara melihat kata dan mengatakannya dengan lantang dapat mengindikasikan terdapat masalah di situ. Pengucapan nama bisnis Anda ini harus datang secara alami kepada semua orang yang melihatnya.

 

Jadi sebelum benar-benar merilis nama bisnis Anda ini ke publik  dan mempersiapkan segalanya, ada baiknya Anda melakukan beberapa hal untuk mengetes apaka nama bisnis yang Anda pilih benar-benar sudah tepat dan tidak membingungkan orang lain seperti kolega bisnis, teman-teman dekat, atau bahkan konsumen Anda ke depannya. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah coba kirimkan nama domain potensial Anda melalui email ke lima teman dekat Anda. Lalu mintalah mereka untuk meninggalkan voicemail yang menyebutkan nama bisnis Anda tersebut. Jika ternyata kelima teman Anda tersebut menyebutkan nama bisnis Anda dengan tepat dan yakin, maka ini adalah sebuah pertanda baik bagi Anda melanjutkan ke langkah berikutnya.

 

Langkah terakhir coba perhatikan apakah ini bekerja dengan baik di seluruh penutur dari berbagai bahasa yang mungkin Anda gunakan di bisnis Anda ke depannya. Misalnya, dalam bahasa Inggris “y” biasanya memiliki bunyi yang hampir sama dengan “eye” atau “spy”, tetapi dalam bahasa Spanyol “y” diucapkan mendekati bunyi “see”. Juga ciri-ciri tertentu dari bahasa Inggris seperti “e” yang sunyi di akhir kata tidak ada di tempat lain. Ambil contoh Skype di Amerika, sebagian besar pengguna mengucapkan nama tanpa huruf terakhir, mirip dengan “hype”. Namun, di beberapa bagian Eropa dan Timur Tengah, merek diucapkan seperti “Skypee”. Untuk membuat nama bisnis Anda ini nantinya bisa mengglobal tanpa hambatan, pengucapan dalam bahasa asing seperti bahasa Inggris harus benar-benar diperhitungkan agar nantinya tidak terjadi kesalahpahaman dalam mengeja atau mengucapkan merek bisnis Anda di waktu-waktu mendatang. Tentu ini akan merugikan bisnis Anda sendiri apalagi jika ada bisnis lain yang memang memiliki kesamaan pengucapan dan pelafalan yang tidak disengaja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *