kata penyemangat

Sekelompok katak melompat dengan senang hati melalui hutan dan bermain-main, ketika dua dari mereka jatuh ke dalam lubang yang dalam. Semua katak lainnya berkumpul di sekitar lubang untuk melihat apa yang bisa dilakukan untuk membantu rekan mereka. Ketika mereka melihat seberapa dalam lubang itu, mereka setuju bahwa tidak ada harapan dan memberi tahu dua katak di dalam lubang bahwa mereka harus mempersiapkan diri untuk nasib mereka, karena mereka sama saja sudah mati. Tidak mau menerima takdir yang mengerikan ini, kedua katak itu mulai melompat dengan sekuat tenaga. Beberapa katak berteriak ke dalam lubang bahwa sudah tidak ada harapan, dan bahwa kedua katak tidak akan berada dalam situasi itu jika mereka lebih berhati-hati, lebih patuh pada aturan katak, dan lebih bertanggung jawab. Katak lainnya terus dengan sedih berteriak bahwa mereka harus menghemat energi dan menyerah, karena mereka sudah sama saja dengan mati. Kedua katak itu terus melompat dengan sekuat tenaga, dan setelah beberapa jam, mereka menjadi sangat lelah.

Akhirnya, salah satu katak memperhatikan panggilan sesama katak. Karena kelelahan, dia diam-diam memutuskan nasibnya sendiri, berbaring di dasar lubang, dan mati. Katak lainnya terus melompat sekuat tenaga, meskipun tubuhnya dilanda rasa sakit dan kelelahan. Sekali lagi, teman-temannya mulai berteriak agar dia menerima takdirnya, menghentikan rasa sakit dan menunggu mati saja. Katak yang lelah itu melompat semakin tinggi dan, berkat keajaiban, akhirnya melompat begitu tinggi sehingga dia berhasil keluar dari lubang. Kagum, katak lain merayakan kebebasannya dan kemudian berkumpul di sekitarnya bertanya, “Mengapa kamu terus melompat ketika kami katakan itu tidak mungkin?” Katak yang satu lagi menjelaskan kepada mereka bahwa dia tuli, dan ketika dia melihat gerak-gerik dan teriakan mereka, dia mengira mereka sedang menyemangati dia. Apa yang dia anggap sebagai dorongan mengilhami dia untuk berusaha lebih keras dan berhasil melawan segala rintangan.

Cerita sederhana ini mengandung pelajaran yang kuat tentang kata penyemangat. Kitab Amsal mengatakan, “Ada kematian dan kehidupan dalam kekuatan lidah”. Kata-kata Anda yang membesarkan hati dapat mengangkat seseorang dan membantu mereka melewati hari. Kata-kata Anda yang merusak dapat menyebabkan luka yang dalam; mereka mungkin senjata yang menghancurkan keinginan seseorang untuk terus mencoba – atau bahkan hidup mereka. Kata-kata Anda yang merusak dan ceroboh dapat melemahkan seseorang di mata orang lain, menghancurkan pengaruh mereka, dan memiliki dampak yang bertahan lama pada cara orang lain menanggapi mereka. Perhatikan ucapanmu. Bicaralah tentang kehidupan kepada dan tentang mereka yang melintasi jalan Anda. Ada kekuatan luar biasa dalam kata-kata. Jika Anda memiliki kata-kata kebaikan, pujian atau dorongan – bicarakan sekarang kepada, dan tentang, orang lain. Dengarkan hati Anda dan tanggapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *